Aksi nyata 3.3.a.10 Pengelolaan program berdampak pada murid Gerakan Literasi Pagi (GERLIPA)

Pada Aksi nyata 3.3.a.10 ini, saya membuat program dengan prakarsa perubahan yang dibuat dengan melalui tahapan BAGJA.  Program ini berjudul Gerakan Literasi Pagi (GERLIPA), saya menyajikannya menggunakan model 4 P (Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, Penerapan ke depan) atau 4F (fact, feeling, finding future).

Peristiwa (Fact)

Latar Belakang

Berdasarkan filosofi KHD, program sekolah yang berdampak pada murid dapat menuntun murid dalam mengembangkan potensinya secara optimal dan mendukung program merdeka belajar. Program sekolah yang berdampak pada murid dirancang dan dibuat melalui pemetaan sumber daya serta pengelolaan aset yang dimiliki sekolah. Program ini dilakukan dengan pendekatan Inkuiri Apresiatif melalui BAGJA dengan memperhatikan nilai-nilai kepemimpinan murid.

Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid dapat mendorong berbagai sikap positif melalui kegiatan literasi di lingkungan sekolah maka dari itu perlu digalakkan program Gerakan Literasi Pagi (GERLIPA). GERLIPA merupakan program ko-kurikuler, dalam program ini, murid diberikan waktu 15 menit untuk membaca buku sesuai minatnya sebelum kegiatan pembelajaran. Program GERLIPA memiliki tujuan antara lain:

1. Meningkatkan minat baca murid

2. Meningkatkan wawasan murid

3. Mengembangkan kemampuan berpikir, melatih fokus dan konsentrasi serta kreativitas murid

4. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid

Tindakan dan Alasan Melakukan Aksi

    Pada umumnya, literasi membaca dalam diri murid kelas V masih rendah. Rendahnya kemampuan tersebut menjadi salah satu penyebab kompetensi murid baik akademik maupun non akademiknya tidak berjalan dengan baik. Rendahnya kebiasaan  literasi membaca murid kelas V di SD Plus An-Nur disebabkan oleh beberapa faktor seperti suasana membaca yang tidak menarik bagi murid, jenis buku yang tidak sesuai dengan kebutuhan murid dan tidak adanya gerakan yang membuat mereka termotivasi untuk menguatkan kebiasaan literasi membaca. Maka dari itulah, saya berkoordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru untuk membuat sebuah program yang dapat meningkatkan kebiasaan literasi membaca murid melalui pemanfaatan buku yang ada di kelas. Pada penyusunan program, CGP melakukan perencanaan jadwal dan bentuk kegiatan yang akan dilakukan. 

    Langkah pertama dalam aksi nyata ini yakni melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah untuk meminta ijin dan saran dari program ini karena Kepala Sekolah sebagai pemimpin yang memiliki kebijakan yang ada di sekolah sehingga keterlibatannya sangat penting untuk mendukung terlaksananya program yang dibuat. Langkah yang kedua yakni berkolaborasi dengan rekan guru untuk menyusun langkah-langkah rencana dari program  dan memetakan asset/ sumber daya yang dimiliki sekolah dalam mendukung program GERLIPA. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki sekolah. 

Koordinasi dengan Kepala Sekolah dan Rekan Guru

Langkah ketiga mengajak murid berdiskusi untuk mendengarkan ide dan pendapat mereka, memberikan suara sesuai minat, memberikan pilihan dan tanggung jawab dengan rasa memiliki atas apa yang mereka suarakan atas dasar kesepakatan bersama.

Diskusi bersama murid

Langkah keempat yakni membuat jadwal pelaksanaan kegiatan GERLIPA, hal ini dilakukan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan yang disepakati dan dapat mengontrol jalannya kegiatan secara terstruktur serta berkelanjutan.

Langkah kelima, murid melakukan kegiatan GERLIPA sesuai dengan minat murid dan melaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat secara bersama, hal ini dilakukan agar murid termotivasi untuk membaca dan mengoptimalisasikan dampak positif pada diri mereka.





Kegiatan GERLIPA

Hasil Aksi Nyata

Hasil aksinyata dari kegiatan ini antara lain:

  1. Adanya kolaborasi dan dukungan baik dari kepala sekolah serta rekan guru
  2. Mampu mengoptimalkan potensi asset/ sumber daya yang dimiliki sekolah.
  3. Mewujudkan kepemimpinan murid dengan cara memberikan kesempatan kepada murid untuk menyuarakan ide dan pendapatnya terhadap program yang mereka laksanakan, memberikan pilihan terhadap apa yang ingin mereka lakukan dan memberi tanggung jawab  dengan rasa memiliki terhadap apa yang mereka terapkan
  4. Menguatkan kebiasaan literasi
  5. Menumbuhkan kreatifitas murid


Tindak lanjut GERLIPA membuat dan membaca karangan



Tindak lanjut GERLIPA membuat karya tiap akhir minggu


Tindak lanjut GERLIPA hasil karya di pajang di Mading sederhana Sekolah


Perasaan (Feelings)

Perasaan saya ketika melaksanakan aksi nyata ini, saya sangat senang dan bersemangat karena saya dapat berkolaborasi dengan rekan guru. Setelah menjalankan kegiatan ini saya sangat senang dapat membuat sebuah program yang berdampak pada murid, mewujudkan jiwa kepemimpinan murid dan meningkatkan kebiasaan literasi murid melalui program GERLIPA.

Saya juga bersyukur kegiatan yang saya lakukan berjalan dengan baik, murid tampak aktif dan antusias melaksanakan kegiatan ini serta mereka tampak sangat menyukai kegiatan yang dilaksanakan.


Pembelajaran (Finding)

Pembelajaran yang saya dapatkan saat melaksanakan aksin yata ini adalah saya dapat membuat program yang berdampak pada murid dengan menggunakan tahapan BAGJA, memperhatikan diagram Y (suara, pilihan, dan kepemilikan murid), 7 karakteristik yang dikembangkan, memanfaatkan 7 aset modal (aset manusia, aset lingkungan, aset fisik, aset finansial, aset sosial, aset politik, dan aset agama dan budaya) dengan mengetahui manajemen resiko dan monitoring evaluasi, refleksi rutin, sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar.

Kekurangan yang saya rasakan dari pelaksanaan program aksinyata ini yaitu buku-buku yang digunakan masih terbatas memanfaatkan buku yang ada di sekolah sehingga untuk mengvariasikan buku, murid diminta membawa buku dari rumah yang mereka sukai sehingga mereka lebih tertarik untuk berliterasi.


Penerapan ke  depan  (Future)

Kebiasaan membaca merupakan sesuatu yang penting bagi kehidupan seseorang yang harus dikembangkan sejak dini. Keterampilan serta minat baca yang tinggi akan menambah pengetahuan dan wawasan seseorang. Dari kegiatan yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa Gerakan Literasi Pagi (GERLIPA) dapat menumbuhkan dan menguatkan literasi baca untuk murid di sekolah. Maka dari itu agar membawa perubahan yang lebih baik lagi, program ini kedepannya diharapkan tidak hanya untuk kelas V namun juga untuk seluruh murid. Program berdampak pada murid dilaksanakan sesuai kebutuhan murid untuk mewujudkan merdeka belajar dalam menuntun murid berdasarkan kodrat dan zamannya. Selain itu, selalu melakukan monitoring, evaluasi dan refleksi terhadap kegiatan yang dilaksanakan agar dapat mengetahui apa yang sudah baik  dan apa yang akan diperbaharui ke depannya.

Demikian aksi nyata modul 3.3.a.10 pengelolaan program berdampak pada murid yang telah saya buat. Harapan saya dengan membuat program yang berdampak pada murid dapat menumbuh kembangkan kepemimpinan murid dengan memperhatikan suara, pilihan, dan kepemilikan murid.


Salam Guru Penggerak

Ika Nuraini, S.Pd

CGP Angkatan 4  SD Plus An-Nur Kabupaten Kediri


Komentar